Rabu, 30 Desember 2009

Jangan Menuduh Kalo Tidak Punya Bukti

Di zaman yang serba hi tech ini, ternyata kemajuan itu tidak di barengi dengan tingginya budi pekerti manusia,  yang kedudukannya sebagai subject dari kemajuan itu sendiri. Banyak Orang merasa bahwa hanya dirinyalah yang paling benar dan orang lain salah. Mereka menganggap bahwa orang - orang yang tak sejalan dengan keinginannya itu adalah kumpulan orang  bodoh alias tidak becus. Apalagi bila terjadi sesuatu yang tidak di inginkan, mereka yang mengangap paling benar, paling pintar dan paling hebat acap kali menuduh orang lain yang salah, tanpa sekali - kali mau menerima alasan atau argumen yang akan di ajukan. Dengar dulu... beh!. Semua pasti ada hasilnya, bila kita menuduh seseorang bersalah tanpa bukti, cuma karena keinginan/kesombongannya tanpa bukti nyata maka tunggulah semua pasti berlaku hukum Illahi.

So, jangan sekali - kali kita menuduh orang lain bersalah tanpa bukti, karena bisa jadi tuduhan itu berblaik kepada kita, seperti hukum ketika kita menuduh ihwan kita yang diangap munafik atau murtad, padahal  sama  sekali tidak, maka hukumnya akan berbalik kepada kita.

In the other hand... jangan asal tuduh... karena selain kita akan menyakiti orang lain toh... dampaknya akan terasa oleh kita sendiri yang menuduh tanpa bukti yang nyata.

Hanya Allah lah tempat kita berlindung, mudah - mudahan kita tidak menjadi orang yang salah tuduh/menuduh tanpa bukti.

Salam Peace Aha
Kata "Si Empunya"

Minggu, 27 Desember 2009

Jangan Marah Dulu...

Siapa Bilang Wallpaper Tidak Punya arti.... Yuk Mari Kita Intermezooo....

Gambar ini saya maksudkan "Bahwa setiap anak lahir tidak jauh layaknya seorang ayah" seperti perumpamaan "BUAH Mangga Jatuh tidak Jauh dari POHONnya", nakal atau tidaknya seorang anak tidak jauh sama seperti waktu seorang ayah pada waktu kecilnya. Nah bagi anda yang punya anak entah itu baik, buruk atau nakal, jangan marah dulu, coba deh tengok atau tanya pada diri anda sendiri bagaimana ketika anda kecil dahulu,  toh katanya setiap ayah akan di uji seperti apa yang telah mereka perbuat kepada ayahnya (orang tua) dahulu ketika ia kecil...

Ketika seseorang marah "Maka hati dan pikirannya akan di kuasai oleh setan yang ada pada hawa nafsunya", maka karena itulah ketika seseorang marah maka matanya akan terlihat merah seakan ada sesosok setan di dalam matanya. Untuk meredam rasa marah terebut di sunahkan untuk Berwudlu, atau setidaknya bisa menyuruh orang tersebut duduk apabila ia marah dalam keadaan berdiri, atau sebaliknya menyuruh berdiri apabila ia marah dalam keadaan duduk.


Salam INtermezoo...
Katanya "Bang OPa"